Universitas Gadjah Mada PUSAT STUDI PANGAN DAN GIZI
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSPG
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Profil PSPG
    • Sejarah PSPG
  • Program Pelatihan
  • Penelitian
    • Penelitian Tahun 2013
    • Penelitian Tahun 2015-2016
    • Penelitian Tahun 2017 – 2018
    • Penelitian Tahun 2019 – 2020
  • Fasilitas
    • Laboratorium
      • Lab Kimia dan Biokimia Pangan
      • Lab Mikrobiologi Pangan
      • Lab Gizi Pangan dan Gizi Klinis
      • Lab Rekayasa Pangan
    • Divisi Food & Nutrition Culture Collection (FNCC)
    • Unit Produksi Probiotik dan Kultur Starter
  • Kerjasama
    • Dalam Negeri
    • Luar Negeri
  • Layanan
    • PROSEDUR & DAFTAR BIAYA JASA ANALISIS PSPG 2026
    • Prosedur Pendaftaran Sewa Lab (Umum)
  • Beranda
  • Pelatihan
  • UGM dan Kemenlu Launching Pusat Kajian Asean

UGM dan Kemenlu Launching Pusat Kajian Asean

  • Pelatihan
  • 2 May 2013, 06.55
  • Oleh: cfns
  • 0
ugm-asean
Terkait Asean Community 2015, Rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc., Sc mengatakan Indonesia tidak akan mundur. Dengan modal penduduk dan wilayah jauh lebih luas dari yang lain, Indonesia berharap menjadi pemimpin di Asia.

Direktur Jenderal Kerjasama Asean, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, I Gusti Agung Wesaka Puja, Rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc., Sc dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Erwan Agus Purwanto meresmikan Pusat Kajian Asean. Peresmian ditandai dengan Seminar “Toward A More Cohesive and people-Oriented ASEAN: 2015 and Beyond” di Ruang Seminar Pascasarjana UGM, Selasa (30/4).

Gusti Agung Wesaka Puja, mengatakan Pusat Kajian Asean di UGM memiliki arti penting bagi Indonesia. Pusat studi ini sudah saatnya menyiapkan para pendidik dan mahasiswa dalam Asean Community 2015. “ASEAN adalah soko guru politik bagi Indonesia, kenapa selama ini kita tidak focus lebih mendalam, justru mendirikan pusat studi lain. Di Chulalongkor Thailand, AS, Australia dan Cina telah lama memiliki dan memberi perhatian,” katanya.

Dikatakan Wesaka Puja, selain di UGM, Pusat Kajian Asean ini berdiri pula di Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Hassanudin dan Universitas Andalas. Masing-masing universitas diharapkan memiliki Pusat Kajian Asean dengan karakter-karakter yang sesuai. “Sebab bicara Asean dengan tiga pilarnya, maka masing-masing bisa menyiapkan diri. Bisa mengambil tekanan pada pilar politik, pilar ekonomi atau pilar sosial budaya. Seperti di Hassanudin sudah menyatakan berkonsentrasi pada kajian ekonomi,” tambahnya.

Terkait Asean Community 2015, Rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc., Sc mengatakan Indonesia tidak akan mundur. Dengan modal penduduk dan wilayah jauh lebih luas dari yang lain, Indonesia berharap menjadi pemimpin di Asia.

Apalagi perkembangan terakhir ekonomi selatan, Indonesia berhasil masuk lapis kedua setelah India, Cina dan Brazil. Demikian pula setelah mencapai ekonomi 16 negara besar dunia, Indonesia dalam beberapa tahun kedepan berharap mencapai 10 besar dunia.

“UGM konsern memback up untuk memperkuat di masyarakat dunia, terutama di Asean. Bagaimana upaya untuk memimpin, size yang besar berpotensi menjadi pemimpin,” papar Rektor.

Dekan Fisipol UGM, Dr. Erwan Agus Purwanto menambahkan pendirian Pusat Kajian Asean secara akademik akan mendorong pendidik dan mahasiswa serta umum memahami permasalahan Asean, baik di bidang politik, ekonomi maupun sosial budaya. Pusat kajian yang berada di Fisipol UGM, ini diharapkan mampu menyiapkan kaum muda untuk berkiprah dalam Asean Community di tahun 2015.

“Sebagai bagian masyarakat Asean, perlu untuk saling memahami antara satu negara dengan negara lainnya, sehingga jika terjadi miss understanding, stabilitas politik di kawasan ini tetap terjaga,” ungkapnya.

Menurut Erwan, focus pusat kajian di awal-awal mendorong kesadaran masyarakat agar mengerti bahwa dalam waktu yang tidak lama mereka menjadi bagian dari masyarakat global, Asean 2015. Secara iklim akademik, hal ini tentu akan membawa mahasiswa outward looking. “Karena itu perbaikan kurikulum di semua jurusan di Fisipol UGM perlu dilakukan, atau bahkan di beberapa fakultas yang relevan. Karena bicara tentang public policy saja, amaka tidak lagi dalam skala lokal dan nasional, namun harus mengerti proses deliverynya di tingkat Asean,” imbuhnya. (Humas UGM/ Agung)

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Berita Terbaru

  • UGM Menandatangani MoU Kerjasama dengan Mariano Marcos State University
  • SEMINAR BIONUTRITION HEALTH: Probiotik dan Inovasi Produk Pangan Fungsional untuk Kesehatan
  • IUMS Outreach Program
  • Kolaborasi Kerja Sama PSPG UGM dengan PT. Media Tribun Yogya
Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Pangan dan Gizi

Universitas Gadjah Mada

Jalan Teknika Utara Barek, Yogyakarta 55281

 cfns@ugm.ac.id

 (0274) 589242

 (0274) 589242

Instagram: https://www.instagram.com/pspg_ugm/

Facebook Page: https://www.facebook.com/pspgugm/

 

 

 

 

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY