Pada tanggal 16 Maret 2026, Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Mariano Marcos State University (MMSU) dalam sebuah upacara virtual yang diadakan melalui Zoom. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antara Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM dan Functional Foods and Nutraceutical Research Center (FNRC) MMSU di bidang probiotik, pangan fungsional, nutrasetikal, dan inovasi pangan-kesehatan translasional.
Penandatanganan seremonial dimulai dengan doa pembuka, diikuti dengan pemutaran lagu kebangsaan Filipina dan Indonesia. Dr. Nathaniel R. Alibuyog, Wakil Presiden untuk Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi di MMSU, memberikan sambutan pembuka yang menekankan pentingnya kemitraan ini dalam memajukan pendidikan untuk keberlanjutan dan kesehatan global.
Setelah sambutan pembuka, ditayangkan video profil yang menampilkan prestasi dan kontribusi masing-masing institusi dalam bidang pendidikan dan penelitian. Pengenalan visual ini mempersiapkan acara inti: penandatanganan MoU oleh Dr. Virgilio Julius P. Manzano, Jr., Presiden MMSU, dan Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, yang mewakili Rektor UGM.
Penandatanganan MoU ini bukan sekadar perjanjian formal; ini menandai awal dari kemitraan yang bermakna yang dibangun atas komitmen bersama terhadap keunggulan akademik, kolaborasi penelitian, dan inovasi. Kedua institusi menyadari peran penting pendidikan dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mempromosikan pendidikan berkualitas dan membina kemitraan global.
Acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh kunci, termasuk Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM; Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc., Direktur Penelitian UGM; Tyas Iksan Hikmawan, Ph.D., Kepala Kantor Urusan Internasional; Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., Caretaker Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM; dan Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu, M.S., Ketua PUI-PT Probiotik UGM.
Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang baru untuk pembelajaran, pertukaran pengetahuan, serta inisiatif berdampak yang akan memberikan manfaat baik antara kedua institusi maupun masyarakat. Dengan bekerja sama, UGM dan MMSU bertujuan untuk mengatasi tantangan global terkait ketahanan pangan, kesehatan, dan gizi, sejalan dengan upaya mereka untuk mencapai SDGs.
Dalam pernyataan penutupnya, Dr. Aris Reynold V. Cajigal, Wakil Presiden untuk Urusan Akademik di MMSU, menyatakan antusiasmenya terhadap kemitraan ini, yang merupakan langkah signifikan menuju peningkatan kemampuan penelitian dan peluang pendidikan bagi mahasiswa dan fakultas. Ia menekankan pentingnya kemitraan global dalam mendorong inovasi dan mengatasi isu-isu sosial yang mendesak.
Saat kedua universitas memulai perjalanan kolaboratif ini, mereka berkomitmen untuk memanfaatkan kekuatan masing-masing untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Kemitraan ini akan memfasilitasi proyek penelitian bersama, pertukaran akademik, dan inisiatif pengembangan kapasitas, yang pada akhirnya berkontribusi pada kemajuan pengetahuan dan perbaikan komunitas.
Sebagai kesimpulan, penandatanganan MoU antara UGM dan MMSU adalah bukti kekuatan kolaborasi dalam pendidikan dan penelitian. Ini mencerminkan visi bersama untuk masa depan yang berkelanjutan, di mana kedua institusi dapat bekerja sama untuk mempromosikan kesehatan, gizi, dan kesejahteraan melalui solusi inovatif dan kemitraan global.
