Universitas Gadjah Mada PUSAT STUDI PANGAN DAN GIZI
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang PSPG
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Profil PSPG
    • Sejarah PSPG
  • Program Pelatihan
  • Penelitian
    • Penelitian Tahun 2013
    • Penelitian Tahun 2015-2016
    • Penelitian Tahun 2017 – 2018
    • Penelitian Tahun 2019 – 2020
  • Fasilitas
    • Laboratorium
      • Lab Kimia dan Biokimia Pangan
      • Lab Mikrobiologi Pangan
      • Lab Gizi Pangan dan Gizi Klinis
      • Lab Rekayasa Pangan
    • Divisi Food & Nutrition Culture Collection (FNCC)
    • Unit Produksi Probiotik dan Kultur Starter
  • Kerjasama
    • Dalam Negeri
    • Luar Negeri
  • Layanan
    • PROSEDUR & DAFTAR BIAYA JASA ANALISIS PSPG 2025
    • Prosedur Pendaftaran Sewa Lab (Umum)
  • Beranda
  • Article
  • Probiotik untuk Membantu Mengatasi Penyakit Kardiovaskular

Probiotik untuk Membantu Mengatasi Penyakit Kardiovaskular

  • Article, Berita Foto, Penelitian, Rilis
  • 18 February 2022, 16.04
  • Oleh: cfns
  • 0

 

Penyakit kardiovaskular diperkirakan menjadi penyebab utama kematian dalam 20 tahun mendatang. Penyakit ini akan menjadi beban yang cukup besar, termasuk beban kesehatan dan perekonomian. Berbagai penelitian telah dilakukan, terkait dengan pencegahan maupun terapi terkait penyakit ini.

Probiotik yang diartikan sebagai konsumsi mikroorganisme hidup, dalam jumlah memadai serta membawa manfaat, juga diteliti manfaatnya untuk mengatasi penyakit ini. Hal ini dilandasi oleh kenyataan bahwa para penderita kardiovascular terkait dengan dysbiosis gut microbiota.

Dari publikasi-publikasi terkini diketahui bahwa terjadinya perubahan komunitas gut microbiota dan metabolit-metabolit yang dihasilkan, terkait dengan penyakit kardiovaskular.
Apakah probiotik dapat digunakan untuk membantu mengatasi dysbiosis pada pasien kardiovaskular? Telah banyak pula penelitian yang dilakukan untuk mempelajari pengaruh konsumsi probiotik terhadap penyakit kardiovaskular.
Bagaimana mekanismenya?
Peran probiotik di dalam menyehatkan usus adalah melalui beberapa mekanisme.
Probiotik dapat menjaga komunitas gut microbiota, populasi bakteri baik, seperti Bifidobacteria dan Lactobacilli meningkat; anti-bakteri (bakteriosin) yang dihasilkan oleh probiotik juga dapat menekan keberadaan bakteri pathogen; probiotik juga dapat menjaga barrier intestine sehingga mengurangi LPS yang masuk ke darah. Bakteri probiotik juga menghasilkan komponen SCFA yang penting didalam sistem imun tubuh dan kesehatan usus. Peran lain yaitu melalui hidrolisis bile salt (garam empedu), yang kemudian dikeluarkan. Kemampuan hibrolisis bile salt juga diikuti dengan penurunan kolesterol tubuh. Bahkan dari paper yang lain juga disebutkan, metabolisme bile salt berperan juga di dalam mencegah resistensi insulin dalam tubuh. Beberapa hipotesis masih dalam bentuk teori, yang tentu saja perlu dibuktikan melalui clinical trial.

Paper ini juga mensitasi, publikasi kami, bahwa probiotik lokal Lactobacillus plantarum Dad-13 yang dikonsumsi oleh para responden obesitas dapat meningkatkan populasi bakteri baik, serta menekan bakteri yang kurang menguntungkan, sehingga terjadi keseimbangan gut microbiota untuk menjaga kesehatan usus.
Usus yang sehat – mendukung tubuh yang sehat
#PUIPT_Probiotik

Tags: penyakit kardiovaskular probiotik pspg ugm puipt probiotik

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Berita Terbaru

  • SEMINAR BIONUTRITION HEALTH: Probiotik dan Inovasi Produk Pangan Fungsional untuk Kesehatan
  • IUMS Outreach Program
  • Kolaborasi Kerja Sama PSPG UGM dengan PT. Media Tribun Yogya
  • Uji Klinis Evosorption Tahap Kedua
Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Pangan dan Gizi

Universitas Gadjah Mada

Jalan Teknika Utara Barek, Yogyakarta 55281

 cfns@ugm.ac.id

 (0274) 589242

 (0274) 589242

Instagram: https://www.instagram.com/pspg_ugm/

Facebook Page: https://www.facebook.com/pspgugm/

 

 

 

 

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY