Pada Senin, 13 Juni 2022 telah dilaksanakan serah terima jabatan Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM dari Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu, M.S. (Kepala PSPG Periode 2019-2022) kepada Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc. (Kepala PSPG Periode 2022-2025). Semoga di periode kepengurusan yang bar PSPG dan PUI-PT Probiotik dapat semakin maju dan berkembang serta berkontribusi dalam bidang akademik dan masyarakat.
Article
Pada Jumat, 10 Juni 2022 PUI-PT Probiotik PSPG UGM diundang oleh PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk untuk memberikan pelatihan dengan tajuk “Pengenalan Probiotik dan Implementasinya dalam Bidang Industri”. Pelatihan tersebut dihadiri oleh sekitar 21 orang karyawan Sido Muncul yang berasal dari bagian Regulasi, Produksi, RnD, dan Mutu. Materi yang dijelaskan dalam pelatihan adalah sebagai berikut.
- Pengenalan Probiotik
- Persyaratan Probiotik: Analisis dan Regulasi
- Produksi Probiotik dan Media Halal
- Hilirisasi dan Pengembangan Produk Probiotik secara Umum
- Umur Simpan Produk Berbasis Probiotik
- Penyusunan Dokumen Pendaftaran Klaim Probiotik ke BPOM
Sesi pagi diisi dengan materi “Pengenalan Probiotik” dan “Persyaratan Probiotik: Analisis dan Regulasi” oleh Kepala PUI-PT Probiotik Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu, M.S. Ibu Trisye mencerikatan mengenai perbedaan Probiotik, Prebiotik, Sinbiotik, Parabiotik, dan Postbiotik yang masih dibingungkan oleh masyarakat. Beliau juga menjabarkan dengan jelas apa saja karakteristik yang perlu dimiliki dan bukti-bukti yang perlu dilampirkan agar suatu bakteri dapat diklaim sebagai probiotik. Sesi Ibu Trisye terlaksana bersamaan dengan sesi tanya-jawab yang dibuka oleh Beliau dalam penyampaian kedua materi tersebut.
Oleh: Verdy Ageng P
Gut microbiota sebagai ilmu yang tergolong baru memiliki perkembangan yang luar biasa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nakayama, dkk. (2015), terdapat dua enterotype (bakteri) pada anak – anak usia sekolah di Asia, yaitu Bifidobacterium/Bacteroides enterotype untuk anak – anak Jepang, Taiwan, dan China; serta Prevotella enterotype untuk anak – anak Indonesia dan Thailand. Perbedaan enterotype di berbagai negara disebabkan oleh perbedaan pola makan. Hal itu juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tim PSPG UGM bahwa untuk orang dewasa Yogyakarta dan Bali (Indonesia) memiliki enterotype Prevotella. Sedangkan hasil penelitian menunjukkan spesies bakteri asam laktat yang prevalensinya paling tinggi adalah Lactobacillus plantarum. Bakteri asam laktat jenis ini banyak ditemukan pada makanan hasil fermentasi tradisional Indonesia.
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan untuk memilih bakteri probiotik untuk industri seperti disajikan pada Gambar adalah :
(1) Asal-usul strain probiotik dan status keamanannya. Bakteri probiotik yang banyak beredar di pasaran saat ini kebanyakan berasal dari mikrobiota usus manusia sehat (berupa feses), namun banyak pula yang diisolasi dari makanan fermentasi. Pemilihan mikrobiota usus sebagai asal probiotik, dimaksudkan untuk mendapatkan strain yang memang dapat hidup dan berkembang biak di usus. Namun, makanan fermentasi juga merupakan sumber yang ideal karena makanan ini telah dikonsumsi secara turun-temurun selama berabad-abad dan terbukti aman. Identifikasi yang jelas terhadap strain yang digunakan juga diperlukan, tidak hanya berdasarkan karakteristik penotipik, namun juga berdasarkan molekuler (16srRNA). Strain probiotik juga harus disimpan pada Culture Collection yang bereputasi internasional.
Oleh: Aiman Arkan
Makanan fermentasi sering digunakan sebagai “kendaraan” untuk strain probiotik, namun tidak semua makanan fermentasi dapat dikatakan makanan probiotik. Dapat dikatakan makanan probiotik apabila memenuhi persyaratan utama seperti mengandung mikroorganisme hidup saat dikonsumsi, memiliki jumlah yang cukup dan dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Persyaratan utama disebut sebagai mikroorganisme probiotik yaitu memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkolonisasi di usus (kolon) sehingga dapat mendukung gut-microbiota, kesehatan usus serta manfaat lain.
Oleh: Luthfi Fathul Huda
Hari raya lekat dengan makanan-makanan spesial seperti opor ayam, sambal goreng, semur daging, rendang, bakso, dan aneka kue kering lainnya, serta minuman seperti soft drink. Makanan-makanan tersebut termasuk ke dalam makanan berlemak, berminyak, dan mengandung gula yang tinggi. Akibat konsumsi makanan tersebut secara berlebihan, seringkali timbul penyakit tertentu setelah lebaran pada sebagian orang. Untuk mengurangi risiko timbulnya penyakit yang lain, perlu dipertimbangkan untuk mengonsumsi camilan yang lebih sehat selama lebaran.
Oleh: Luthfi Fathul Huda
Sepanjang tahun 2021 yang lalu, tren mengenai “skinimalism” semakin marak di masyarakat, khususnya para wanita. Apa sih skinimalism? Menurut laporan tren oleh Pinterest, skinimalism yaitu meminimalkan perawatan kulit dengan mengurangi penggunaan make up. Konsep ini skinimalism adalah “less is more” seperti buying less, using less, dan wearing less. Namun, fenomena skinimalism tetap bertujuan untuk merawat diri dan memancarkan kilau alami dari kulit tanpa make up. Disisi lain, adanya tren ini memungkinkan untuk mengurangi kerusakan ekosistem akibat berbagai toksin yang berasal dari obat-obatan, produk skincare, dan sejenisnya. Lantas apa hubungan skinimalism dengan probiotik?
Oleh: Lundita Kawistra
Olahragawan yang berkaitan dengan latihan maupun kompetisi yang berat dituntut untuk memiliki daya tahan yang kuat. Namun, para olahragawan dan altlet juga memiliki kerentanan risiko terhadap infeksi karena terekspos patogen. Selain itu, gaya hidup dari para olahragawan dan atlet juga berpengaruh pada sistem imun.
Probiotik yang merupakan sel hidup yang saat dikonsumsi dalam jumlah yang cukup dapat memberikan manfaat kesehatan memiliki potensi untuk membantu menjaga kesehatan umum para atlet secara keseluruhan serta meningkatkan fungsi kekebalan tubuh atau mengurangi insiden URTI dan keparahan gejala. Berikut ini merupakan manfaat probiotik bagi para olahragawan dan juga atlet:
Webinar Kedokteran Keluarga yang diselenggarakan oleh FKKMK UGM telah sampai pada seri yang ke-5. PSPG UGM dan PUI-PT Probiotik kembali berpartisipasi dalam webinar ini dengan Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu, M.S. sebagai salah satu narasumber. Topik webinar yang ke-5 ini (26 Februari 2022), adalah sindrom metabolik dan manfaat probiotik. Sebagai pendahuluan untuk menjelaskan hubungan antara probiotik dan sindrom metabolik, kita ulas terlebih dahulu asal muasal probiotik dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh, sebagai bentuk apresiasi terhadap tiga PENELITI terkemuka di bidang ini.
Penyakit kardiovaskular diperkirakan menjadi penyebab utama kematian dalam 20 tahun mendatang. Penyakit ini akan menjadi beban yang cukup besar, termasuk beban kesehatan dan perekonomian. Berbagai penelitian telah dilakukan, terkait dengan pencegahan maupun terapi terkait penyakit ini.
Probiotik yang diartikan sebagai konsumsi mikroorganisme hidup, dalam jumlah memadai serta membawa manfaat, juga diteliti manfaatnya untuk mengatasi penyakit ini. Hal ini dilandasi oleh kenyataan bahwa para penderita kardiovascular terkait dengan dysbiosis gut microbiota.


